(Tugas softskill Peng. Teknologi New Media) Minggu III             1.     Latar Belakang Pada kemajuan teknologi informasi ko...

Studi Kasus : Penggunaan New Media dalam Penyebaran Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

(Tugas softskill Peng. Teknologi New Media)
Minggu III

Image result for logo gunadarma


            1.   Latar Belakang

Pada kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak yang buruk. Penyampaian akan informasi begitu cepat dimana setiap orang telah dengan mudah memproduksi informasi, dan disebar melalui berbagai situs jejaring social seperti facebook dan twitter, atau berupa sekedar chat yang disebar melalu Line, Whatsapp, dan BBM Messegner.

Informasi yang dikeluarkan baik melalui individu per individu maupun badan usaha melalui media sosial dan elektronik ketika telah terkirim dan dibaca oleh banyak orang dapat mempengaruhi emosi, perasaan,pikiran  bahkan tindakan seseorang atau kelompok. Sangat disayangkan apabila informasi yang disampaikan tersebut adalah informasi yang tidak akurat terlebih informasi tersebut adalah informasi bohong (hoax) dengan judul yang sangat provokatif mengiring pembaca dan penerima kepada opini yang negatif. Opini negatif, fitnah, penyebar kebencian yang diterima dan menyerang pihak ataupun membuat orang menjadi takut, terancam dan dapat merugikan pihak yang diberitakan sehingga dapat merusak reputasi dan menimbulkan kerugian materi.
CNN Indonesia menyebutkan bahwa dalam data yang dipaparkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan ada sebanyak 800 ribu situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar berita palsu dan ujaran kebencian (hate speech) (Pratama, 2016). Kemkominfo juga selama tahun 2016 sudah memblokir 773 ribu situs berdasar pada 10 kelompok. Kesepuluh kelompok tersebut di antaranya mengandung unsur pornografi, SARA, penipuan/dagang ilegal, narkoba, perjudian, radikalisme, kekerasan, anak, keamanan internet, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dari jumlah itu, paling banyak yaitu unsur pornografi (Jamaludin, 2016).

2.     Pengantar

a.       Apa itu Hoax dan Bagaimana Hoax Bekerja?
Hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya. Suatu pemberitaan palsu berbeda dengan misalnya pertunjukan sulap; dalam pemberitaan palsu, pendengar/penonton tidak sadar sedang dibohongi, sedangkan pada suatu pertunjukan sulap, penonton justru mengharapkan supaya ditipu (Wikipedia, n.d.).

Menurut pandangan psikologis, ada dua faktor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada hoax. Orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki (Respati, 2017). Contohnya jika seseorang penganut paham bumi datar memperoleh artikel yang membahas tentang berbagai teori konspirasi mengenai foto satelit maka secara naluri orang tersebut akan mudah percaya karena mendukung teori bumi datar yang diyakininya. Secara alami perasaan positif akan timbul dalam diri seseorang jika opini atau keyakinannya mendapat afirmasi sehingga cenderung tidak akan mempedulikan apakah informasi yang diterimanya benar dan bahkan mudah saja bagi mereka untuk menyebarkan kembali informasi tersebut. Hal ini dapat diperparah jika si penyebar hoax memiliki pengetahuan yang kurang dalam memanfaatkan internet guna mencari informasi lebih dalam atau sekadar untuk memastikan kembali keakuratan sebuah fakta.
Perilaku penyebaran hoax melalui internet sangat dipengaruhi oleh pembuat berita baik itu individu maupun berkelompok, dari yang berpendidikan rendah sampai yang tinggi, dan terstruktur rapi. (Lazonder, Biemans, & Wopereis, 2000) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara seseorang yang memiliki keahlian khusus dalam menggunakan search engine dengan orang yang masih baru atau awam dalam menggunakan search engine. Mereka dibedakan oleh pengalaman yang dimiliki. Individu yang memiliki pengalaman lebih banyak dalam memanfaatkan search engine, akan cenderung lebih sistematis dalam melakukan penelusuran dibandingkan dengan yang masih minim pengalaman (novice).

Berita hoax semakin sulit dibendung walaupun sampai dengan 2016 pemerintah telah memblokir 700 ribu situs, namun setiap harinya pula berita hoax terus bermunculan. Pada Januari 2017 pemerintah melakukan pemblokiran terhadap 11 situs yang mengandung konten negatif, namun kasus pemblokiran tersebut tidak sampai menyentuh meja hijau. Beberapa kasus di indonesia terkait berita hoax telah memakan korban, salah satunya berita hoax akan penculikan anak yang telah tersebar di beberapa media sosial dan menyebabkan orang semakin waspada terhadap orang asing.
3.      Pembahasan
Pada bulan Agustus lalu, kita disuguhkan berita dari media – media elektronik maupun cetak tentang penangkapan Sri Rahayu Ningsin, salah satu pelaku yang terkait dengan sindikat yang menyebarkan berita hoax berbumbu ujaran kebencian di berbagai media sosial yaitu Saracen.
Penyidikan dan penyelidikan berlanjut hingga dijatuhkannya vonis berupa hukuman penjara bagi MFT sebanyak 10 tahun penjara, JAS 7 tahun penjara, dan SRN 10 tahun penjara.
Saracen merupakan sindikat yang bergerak sejak November 2015 lalu,yang fokus menjajakan jasa publikasi berita-berita hoax dan ujaran kebencian (hate speech). Kejahatan yang dilakukan sindikat tersebut merupakan kejahatan teroganisir. Saracen pun memiliki nama kantor PT SaracenNews dan kantornya berpusat di daera Riau, sindikat tersebut juga memiliki organigram yang jelas dan telah memiliki sasaran pasar tersendiri. 
Bagaimana penyebaran berita oleh Saracen dilakukan?
Banyak sekali metode atau cara-cara yang dilakukan Saracen dalam menyebarkan berita hoax tersbut. Di Facebook misalnya. Saracen membuat grup-grup yang nantinya akan menjadi media tempat menyebar berita-berita hoax ataupun ujaran kebencian. Nama grup tersebut contohnya Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennews.com dan grup-grup tersebut berhasil menggalang kurang lebih 800.000 akun anggota yang telah masuk ke grup tersebut. Di Twitter pun, Saracen berhasil mempunya akun dan berhasil menyebarkan berita hoax dari web yang dimilikinya. Kiriman yang dikirim ke grup tersebut kemudian disebarkan oleh anggota grup dan akhirnya akan menjadi viral dam mempengaruhi masyarakat.
Penyebaran berita lewat akun individu, anonim, dan semi-anonim pun dilakukan. Menurut data Bareskim Polri, Saracen memiliki kurang lebih 200.000 akun palsu yang digunakan untuk melakukan praktek bisnis tersebut.
Kiriman yang diunggah biasanya berupa meme yang secara kasat mata bersifat jenaka namun sebenarnya meme tersebut bersifat menjelek-jelekan beberapa golongan. Sindikat ini memang cukup cerdas dalam melihat tren di suatu social media.
Bagaimana strategi promosi Saracen?
Salah satu strategi yang dilakukan Saracen adalah mengajukan proposal ke perusahaan – perusahaan, bahkan ada pula yang diajukan ke tokoh politik/parpol dalam rangka melakukan kampanye yang tidak sehat. Pengajuan proposal tersebut sekaligus promosi penawaran jasa publikasi berita hoax dan ujaran kebencian.
Seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari bisnis tersebut?
Berdasarkan temuan proposal penawaran yang dimiliki penyidik, jasa penyebaran konten dibanderol dimulai dari harga 75 juta sampai dengan 100 juta. Bayangkan betapa menggiurkannya bisnis tersebut hingga membuat petinggi-petingginya pun kaya mendadak.
Kronologi Saracen
Bagaimana dampak dari praktek Saracen terhadap kondisi kehidupan sosial masyarakat?
Dalam carut marut dunis New Media yang telah digunakan oleh Bangsa Indonesia, hal tersebut makin memperkeruh suasana, masyarakat menjadi lebih reaktif dan mudah diprovokasi sehingga dengan adanya praktek tersebut, keutuhan negara dan sifat toleransi yang telah diterapkan Bangsa Indonesia ini terpecah belah.
Penipuan publik, pengalihan isu dan waktu yang disia-siakan menjadi dampak lain dari penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian. Hoax terkadang susah dibedakan dengan berita asli sehingga para pembaca pun secara sadar tidak dirugikan ketika membaca konten-konten hoax tersebut.
Penyebaran berita hoax juga mencederai etika dalam penggunaan freedom of speech dalam dunia jurnalisme dan publikasi. Sehingga membuat masyarakat enggan untuk mempercayai informasi- informasi faktual yang telah beredar, freedom of speech pun kehilangan kekuatannya begitu juga para pers.
Di era banjir informasi palsu? Siapa yang dapat dipercaya?
Pemerintahan Joko Widodo berkomitmen menindak tegas penyebar informasi palsu di dunia maya yang memprovokasi, menyebar kebencian, dan memupuk paham radikal. Tapi apakah langkah itu cukup? Di antara puluhan ribu situs yang menamakan dirinya media massa, siapa yang bisa kita percaya?
"Ada 40.000 lebih website yang mengaku media online, tapi tidak terdaftar," kata Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel A. Pangerapan merujuk pada masifnya potensi berita bohong yang muncul di dunia maya.
"Padahal untuk menjadi media itu kan ada aturan yang harus diikuti, ada kaidah jurnalistik yang harus dipenuhi dalam produknya, ada syarat administratifnya misalnya harus berbadan hukum, ada alamat, ada nama redakturnya," jelas Semuel.
Kominfo dan Dewan Pers kini tengah bersiap menertibkan situs-situs ini sebagai langkah mengatasi penyebaran berita palsu. Pengelola situs-situs yang mengklaim sebagai media akan diberikan kesempatan untuk melengkapi syarat-syarat untuk terdaftar di Dewan Pers. Jika tidak, Kominfo tidak akan ragu memblokir situs 'siluman' tersebut.
"Per tanggal 9 Februari sudah kita terapkan. Kalau tidak memenuhi, (situs-situs itu) kita blok," ancam Semmy. "Walau tidak diblok mereka bisa dikenakan UU selain pers, yaitu KUHP atau UU ITE."
Setiap media yang sudah terverifikasi nantinya akan diberikan semacam barcode oleh Dewan Pers yang terhubung dengan sistem database mereka. Bagaimana untuk blog dan forum? Tak dipermasalahkan, asal jangan mengaku sebagai media online, tambahnya.
Namun dosen filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung menilai reaksi pemerintah menghadapi informasi palsu malah tidak sama sekali menyentuh akar masalah. Hoax dalam pandangannya adalah sebuah gejala: bahwa ada sesuatu yang bergejolak dalam opini publik yang tidak sanggup dikedalikan oleh pemerintah.
"Kalau legitimasi pemerintah kuat, orang tidak akan sebar berita palsu. Tapi begitu legitimasi melemah, oposisi akan mengekspoitasi kerentanan itu dengan memproduksi hoax. Berarti sinyal 'hoax' adalah krisis legitimasi di otoritas. Itu yang harusnya diperbaiki," katanya.

Beliau mencontohkan bagaimana pemerintah merespons isu 10 juta tenaga kerja asing asal Cina. Dalam sebuah kesempatan, Joko Widodo menepis angka itu dan mengatakan jumlah yang benar adalah 21.000 sedangkan di kesempatan lain Menkopolhukam menyebut jumlahnya 12.000. Mana yang harus jadi acuan? Kegagapan sistem informasi pemerintah inilah yang menjadi kesempatan timbulnya hoax, menurut Rocky.
4.      Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
1.   Praktek bisnis penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian masih marak terjadi di situs jejaring sosial dikarenakan akses pengguna yang banyak dan informasi tersebar sangat cepat.
2.   Pemerintah, apparat pemerintah dan masyarakat harus bahu-membahu kejahatan tersebut dan mulai mengedukasi diri tentang bagaiamana hoax berkembang.
3.  Bangsa Indonesia harus berhenti menjadi budak media sosial dan mulai menata dan memikirkan masa depan di dunia nyata. Namun tetap menjadi rakyat yang cakap dan bijak dalam mencari wawasan dalam dunia New Media.
4. Pemerintah harus cukup beradab untuk mengerti bahwa peredaran lalu lintas informasi membutuhkan filter pertama, yaitu kecerdasan publik. Dan kecerdasan publik itu bukan urusan pemerintah untuk mengatur.
                                                                                            
 Saran
1. Perlu diadakan suatu upaya sosialisasi agar masyarakat menjadi lebih bijak dalam menyaring informasi yang didapatkaan melalui situs-situs berupa web maupun jejaring media sosial.
2.  Pemerintah sebaiknya memperkuat kembali dasar konstitusi Indonesia yang mengatur tentang dunia maya, contohnya UU ITE.
3.    Aparat pemerintah sebaikna menciptakan suatu perangkat khusus yang dapat mengawasi atau menganalisa kondisi New Media pada suatu waktu.
sumber referensi : 
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-38504606
https://www.voaindonesia.com/a/media-sosial-masij-jadi-sarana-penyebaran-berita-palsu-dan-isu-sara/4003561.html
https://tirto.id/kronologi-saracen-cvgJ
http://kabar24.bisnis.com/read/20170918/15/691040/bagir-manan-berita-hoax-dampak-negatif-dari-kebebasan-pers
https://news.detik.com/berita/d-3613345/begini-cara-kerja-dan-detail-pembayaran-sindikat-saracen
https://tirto.id/mengulik-situsweb-saracen-yang-dianggap-menyebar-kebencian-cveK

0 komentar:

A. Sejarah Penemuan Televisi dan Perkembangannya            Perkembangan cikal bakal televisi pertama kali terjadi pada tahun 1876 o...

Sejarah Televisi Analog dan Digital Serta Perkembangan Penyiarannya di Indonesia



A. Sejarah Penemuan Televisi dan Perkembangannya 

          Perkembangan cikal bakal televisi pertama kali terjadi pada tahun 1876 oleh George Carey yang menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat orang dapat melihat membuat seseorang melihat gelombanng listrik. Setelah itu ditemukan cairan krystal (liquid crystal) oleh seorang ahli botani bernama Freidrich Reinitzeer yang menjadi cikal bakal LCD. 9 tahun kemudian ditemukan tabung sinar katoda yang membuat televisi dapat berpendar dan mengirim gambar, hal ini menjadi dasar untuk televisi tabung penemuan tersebut disempurnakan oleh Vladimir Kosma Zworkyin yang akhirnya beliau ditetapkan sebagai Sang Penemu Televisi. 

          Kemudian perkembangan tersebut berlanjut hingga terciptanya prototipe-prototipe televisi oleh negara - negara maju seperti Amerika Serikat yang sekaligus menemukan remote control televisi. Alat tersebtut ditemukan oleh Robert Adler dan rekannya Eugene Polley. Jerman melakukan penyiaran televisi pertamanya pada tahun 1939, stasiun televisi yang menjadi tempat penyiaran diberi nama Nipko. Jepang pun tidak mau kalah, NHK sebagai salah satu stasiun televisi ternama jepang mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi 1.125 garis pada tahun 1981. 

         Pada tahun 2008, teknologi televisi digital mulai berkembang di Amerika Serikat dan Eropa, disusul oleh negara Indonesia yang mulai memperkenalkan teknologi televisi digital kepada penonton setia televisi di Indonesia.

B. Teknologi Penyiaran Lewat Televisi Beserta Perangkatnya

Seperti yang kita ketahui, secara umum teknik penyiaran televisi yang masih dipakai hingga sekarang ada dua jenis yaitu siaran televisi analog dan siaran televisi digital. Lantas bagaimana teknik tersebut dilakukan dan apa perbedannya?

    Secara garis besar, perbedaan Televisi analog dan digital berada pada media penerimaan sinyal yang diterima itu sendiri.

 Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dean/atau frekuensi dari sinyal. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (National Television Sistem Committee), PAL, dan SECAM.

Televisi Digital/ TV Digital merupakan televisi dapat memproses sinyal digital dan sinyal analog. Televisi digital merupakan perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.

Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal yang akan ditimbulkan akan melemah dan penerimaan gambar dari stasiun menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada sistem digital, kebalikan dari analog. Siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.

Pada TV Analog, untuk mendapatkan siaran televisi digunakan alat penangkap sinyal yang disebut antena. Sedangkan pada TV Digital, proses penerimaan sinyal gambar, suara, dan data yaitu menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi. Modulasi itu sendiri adalah proses perubahan suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi.

Dengan proses modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. 

C. Periode Simulcast

          Periode Simulcast adalah proses migrasi saran televisi analog ke saran televisi digital. Migrasi tersebut dilakukan secara bertahap hingga terjadi Analog Switch Off (ASO), yaitu periode dimana saran analog dihentikan dan Diganti Dengan saran digital. ASO sudah dilakukan di beberapa Negara diantaranya Inggris, Belanda, Norwegia, Jerman, Swedia, dan Italia.

          Seluruh negara di dunia lainnya termasuk di kawasan ASEAN juga sedang melakukan proses transisi ke penyiaran digital. Di Indonesia, proses Analog Switch Off (ASO) akan dilakukan pada tahun 2018.

Pendorong pengembangan televisi digital antara lain:
1. Perubahan lingkungan eksternal
2. Pasar televisi analog yang sudah jenuh
3. Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel
                    4. Perkembanganan teknologi 

      - Teknologi pemrosesan digital
      - Teknologi transmisi digital
      - Teknologi semikonduktor
      - Teknologi peralatan beresolusi tinggi







                  

0 komentar:

Menurut USDA, satu buah jeruk lemon mentah yang belum dikupas (sekitar 58 gram) mengandung 17 kalori, 0.6 gram protein, 0.2 gram lemak d...

Si Kuning yang Sangat Bermanfaat

Menurut USDA, satu buah jeruk lemon mentah yang belum dikupas (sekitar 58 gram) mengandung 17 kalori, 0.6 gram protein, 0.2 gram lemak dan 5.4 gram karbohidrat (termasuk gula dan serat). Buah jeruk lemon juga mengandung banyak vitamin C, thiamin, riboflavin, vitamin B-6, asam pantotenat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, dan kalium. Jika Anda mengkonsumsi satu buah jeruk lemon saja dalam sehari, kebutuhan vitamin C harian Anda sudah terpenuhi. Dengan banyaknya kandungan nutrisi yang bervariasi menjadikan jeruk lemon memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh, seperti berikut ini:
  • Menurunkan Risiko Terkena Stroke dan Serangan Jantung
Menurut American Heart Association, manfaat jeruk lemon bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak dan rutin ialah dapat menurunkan risiko seorang perempuan untuk terkena stroke otak. Data penelitian mereka mengatakan bahwa kelompok perempuan yang menkonsumsi lemon ternyata memiliki risiko 19% lebih rendah terkena stroke dibandingkan kelompok yang tidak mengkonsumsi lemon. Jeruk lemon juga menurunkan risiko terjadinya serangan jantung karena manfaatnya yang dapat melindungi pembuluh darah dari penimbunan kolesterol.
  • Mencegah Penyakit Kanker
Penyakit kanker adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya dan mematikan. Salah satu penyebab terjadinya kanker di dalam tubuh adalah karena adanya radikal bebas yang berlebihan dan mengacaukan sistem tubuh. Buah jeruk lemon memiliki banyak antioksidan (vitamin C) yang dapat bekerja menangkal dan menetralisir radikal bebas tersebut sehingga melindungi tubuh dari terjadinya penyakit kanker.
  • Menjaga Kesehatan Kulit
Kolagen yang merupakan salah satu zat penyusun kulit manusia dipengaruhi oleh kadar vitamin C dalam tubuh. Pembentukan kolagen akan semakin baik dan optimal bila vitamin C yang di dalam tubuh dalam jumlah yang memadai. Ini artinya, manfaat jeruk lemon yang tinggi vitamin C akan memelihara kesehatan kulit, mengurangi kerutan kulit dan meningkatkan kualitas kulit.
  • Membantu Menstabilkan pH Tubuh
Keseimbangan asam dan basa tubuh merupakan hal yang penting bagi kesehatan. Penelitian menyatakan bahwa pH tubuh yang cenderung asam tidak baik untuk metabolisme tubuh. Salah satu manfaat jeruk lemon yang lain ialah dapat menetralisir asam berlebih dalam tubuh kita. Uniknya, jeruk lemon yang sifatnya asam akan dirubah menjadi basa ketika sampai di lambung, sehingga juga bisa dimanfaatkan untuk obat alami sakit maag. Sifat jeruk lemon yang unik ini juga bermanfaat untuk memecah batu ginjal.
  • Mencegah Sesak Nafas atau Asma
Manfaat lemon yang satu ini sangat berguna bagi mereka yang menderita asma. Risiko terjadinya asma dapat dicegah dengan konsumsi vitamin C yang mencukupi kebutuhan tubuh. Penelitian menunjukkan kelompok yang mengkonsumsi vitamin C yang cukup ternyata lebih jarang terkena serangan asma dibandingkan kelompok yang tidak mengkonsumsi vitamin C dengan teratur.

0 komentar:

Sakit tenggorokan rasanya memang sangat mengganggu, membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Kadang penyakit ini datang dengan ti...

Radang Tenggorokan ? Ini obatnya

Sakit tenggorokan rasanya memang sangat mengganggu, membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Kadang penyakit ini datang dengan tiba-tiba, kadang juga muncul perlahan didahului kondisi kesehatan yang menurun. Untungnya kebanyakan sakit tenggorokan tidak membutuhkan pengobatan yang serius, sehingga obat alami dapat dijadikan alternatif. Daftar obat alami sakit tenggorokan di bawah ini ditujukan untuk menghilangkan gejala sakit tenggorokan, namun ada pula yang membantu tubuh melawan infeksi kuman.
  • Jeruk Lemon
Jeruk lemon sangat kaya manfaat, mulai sebagai antioksidan, mengobati gangguan asam lambung, mencegah sesak nafas, dan juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati sakit tenggorokan secara alami. Kandungan astringen di dalam buah lemon dapat meredakan dan mengobati sakit tenggorokan. Cara pemanfaatannya mudah, yaitu campurkan 1 sendok teh air perasan lemon ke dalam segelas air matang. Perasan air lemon dapat membantu meredakan inflamasi dan membantu membunuh kuman-kuman di tenggorokan. Selain itu juga ampuh menghilangkan lendir pada tenggorokan sama seperti jeruk nipis, yang mana biasanya tenggorokan akan segera terasa lega begitu dahak dapat dikeluarkan
  • Cengkeh
Cengkeh atau cengkih juga dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal sakit tenggorokan. Cara pemanfaatannya cukup mudah, Anda hanya membutuhkan 1-3 sendok teh cengkeh bubuk dan segelas air matang. Campurkan cengkeh kedalam air, lalu gunakanlah untuk berkumur. Cengkeh mempunyai sifat antibakteri dan anti radang yang dapat membantu meredakan sakit tenggorokan. Cengkeh bubuk dapat dibeli di pasar tradisional ataupun toko obat tradisional. Jika tidak tersedia dalam bentuk bubuk maka yang masih utuh pun bisa dimanfaatkan, namun perlu ditumbuk dahulu supaya nutrisinya dapat larut ke dalam air.
  • Madu
Madu dipercaya dan telah diteliti mengandung sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur yang tentunya dapat membantu tubuh melawan infeksi kuman di tenggorokan, oleh karenanya cocok untuk mengobati panas dalam maupun jenis sakit tenggorokan lainnya. Cara meminumnya mudah, campurkan satu sendok makan madu dengan segelas air hangat (jangan air panas karena akan merusak nutrisi madu). Bila suka, Anda juga dapat coba mencampurnya dengan air teh atau perasan lemon. Konsumsi secara teratur sehari 2-3 kali hingga sakit tenggorokannya sembuh.
  • Garam
Larutan garam merupakan obat kumur alami sakit tenggorokan yang sudah lama populer di seluruh dunia. Bahan yang dibutuhkan adalah 1 gelas air putih hangat dan garam sebanyak 1/4 sendok teh. Gunakan air matang yang hangat, sehangat yang bisa Anda jadikan air kumur. Perlu diingat, penggunaan air dingin tidaklah efektif. Anda juga dapat menambahkan 1 sdm Listerine untuk membantu membunuh kuman. Larutan ini dijamin dapat membantu meredakan sakit tenggorokan karena dapat menghilangkan dan menetralkan asam di tenggorokan, meredakan sensasi nyeri dan terbakar pada tenggorokan serta membantu penyembuhan saluran tenggorokan Anda. Hanya saja perlu diingat bahwa larutan ini untuk berkumur, bukan ditelan.

0 komentar:

What are Gerunds? A  gerund  is a verb in its ing (present participle) form that functions as a noun that names an activity rather than ...

GERUND AND INFINITIVE

What are Gerunds?

gerund is a verb in its ing (present participle) form that functions as a noun that names an activity rather than a person or thing. Any action verb can be made into a gerund.

Spelling Tip

Verbing (Present Participle)
  • Add ing to most verbs. Ex. play > playing, cry > crying, bark > barking
  • For verbs that end in e, remove the e and add ing. Ex: slide > sliding, ride > riding
  • For verbs that end in ie, change the ie to y and add ing. Ex: die > dying, tie > tying
  • For a verb whose last syllable is written with a consonant-vowel-consonant and is stressed, double the last letter before adding ing. Ex: beg > begging, begin > beginningHowever: enter > entering (last syllable is not stressed)

Gerund Examples

Gerunds can appear at the beginning of a sentence when used as a subject:
  1. Jogging is a hobby of mine.
Gerunds can act as an object following the verb:
  1. Daniel quit smoking a year ago.
Gerunds can serve as an object after a preposition:
  1. I look forward to helping you paint the house.
Note: The same spelling rules that apply to the progressive tenses also apply to gerunds.
Some verbs and verb phrases are directly followed a gerund:
  1. Paul avoids using chemicals on the vegetables he grows.
Some verbs can be followed by a gerund or an infinitive without causing a change in meaning:
  1. Some people prefer getting up early in the morning.
  2. Some people prefer to get up early in the morning
Some verbs can be followed by a gerund or infinitive but with a change in meaning:
  1. He remembered sending the fax. (He remembered the act of send the fax)
  2. He remembered to send the fax. (He remembered the fax and sent it.)

What are Infinitives?

An infinitive is a verb form that acts as other parts of speech in a sentence. It is formed with to + base form of the verb. Ex: to buy, to work.

Infinitive Examples

Infinitives can be used as:
an object following the verb:
  1. Jim always forgets to eat
a subject at the beginning of a sentence:
  1. To travel around the world requires a lot of time and money.
an adverb modifying a verb:
  1. You promised to buy me a diamond ring.
an adjective modifying a noun:
  1. Tara has the ability to succeed.
Some verbs are directly followed by an infinitive:
  1. Do you want to call your family now?
Some verbs are directly followed by a noun or pronoun and then by an infinitive:
  1. I convinced Catherine to become vegetarian.
  2. He advised me to sell all my shares of stock.
Some verbs can be followed by an infinitive or a gerund without causing a change in meaning:
  1. Will you continue working after you give birth?
  2. Will you continue to work after you give birth?
Some verbs can be followed by an infinitive or a gerund but with a change in meaning:
  1. He stopped drinking coffee. (He never drank coffee again.)
  2. He stopped to drink coffee. (He stopped what he was doing and drank some coffee.)


source : http://www.gingersoftware.com/content/grammar-rules/verbs/gerunds-and-infinitives/

0 komentar:

Oke, mungkin ada beberapa yang kurang paham dengan kata-kata manusia biasa di atas ini, mungkin kalian patut berdoa setelah mas mas i...

Serba Serbi Warna Kulitmu


Oke, mungkin ada beberapa yang kurang paham dengan kata-kata manusia biasa di atas ini, mungkin kalian patut berdoa setelah mas mas ini ngomong itu dia masih bisa hidup tanpa diteror peluru peluru nyasar dari polisi-polisi yang seharusnya melindungi SEMUA rakyat USA tanpa terkecuali.

Mungkin kalian udah nggak asing lagi dengan istilah rasisme, dan kalian pasti pernah lah melihat contoh perbuatan perbuatan ini di kehidupan sehari-hari, atau mungkin kalian pernah menjadi korban ? mudah-mudahan nggak ya. 

Rasisme di negara adidaya sana memang jauh lebih ekstrem dibandingkan di negara kita tercinta ini. Bahkan ada beberapa yang meninggal di tangan senapan polisi hanya karena mereka terlahir dengan warna kulit yang berbeda dibandingkan dengan mayoritas, beberapa kadang menjadi korban bullying karena mereka "terlihat" konyol dan berbeda. Dan dalam vonis hukuman pun, white people mempunyai kekhususannya sendiri, contoh jika ada 2 pelaku kejahatan yang kasusnya sama dan satu adalah orang berkulit putih sedangkan yang satunya lagi adalah orang africa-america, kalian bisa tebak sendiri yang mana yang divonis lebih ringan, dan bedanya pun tidak sedikit, ada yang berkisar 5-10 tahun.

“One of the most sinister things about normalized racism is you don’t have to have bad intentions to be racist, you just have to remain ignorant.”

"Salah satu hal yang paling berdosa tentang membiasakan rasisme adalah kalian tidak harus menjadi rasis atau memiliki niat buruk. Kalian hanya hanya harus menjadi acuh tak acuh."



0 komentar:

We often have to give information about what people say or think. In order to do this you can use direct or quoted speech, or indirect or r...

DIRECT - INDIRECT SPEECH

We often have to give information about what people say or think. In order to do this you can use direct or quoted speech, or indirect or reported speech.

Direct Speech / Quoted Speech

Saying exactly what someone has said is called direct speech (sometimes called quoted speech)
Here what a person says appears within quotation marks ("...") and should be word for word.
For example:
She said, "Today's lesson is on presentations."
or
"Today's lesson is on presentations", she said.

Indirect Speech / Reported Speech

Indirect speech (sometimes called reported speech), doesn't use quotation marks to enclose what the person said and it doesn't have to be word for word.
When reporting speech the tense usually changes. This is because when we use reported speech, we are usually talking about a time in the past (because obviously the person who spoke originally spoke in the past). The verbs therefore usually have to be in the past too.
For example:
Direct speechIndirect speech
"I'm going to the cinema", he said.He said he was going to the cinema.

Tense change

As a rule when you report something someone has said you go back a tense: (the tense on the left changes to the tense on the right):
Direct speech Indirect speech
Present simple 
She said, "It's cold."
Past simple 
She said it was cold.
Present continuous 
She said, "I'm teaching English online."
Past continuous 
She said she was teaching English online.
Present perfect simple 
She said, "I've been on the web since 1999."
Past perfect simple 
She said she had been on the web since 1999.
Present perfect continuous 
She said, "I've been teaching English for seven years."
Past perfect continuous 
She said she had been teaching English for seven years.
Past simple 
She said, "I taught online yesterday."
Past perfect 
She said she had taught online yesterday.
Past continuous 
She said, "I was teaching earlier."
Past perfect continuous 
She said she had been teaching earlier.
Past perfect 
She said, "The lesson had already started when he arrived."
Past perfect 
NO CHANGE - She said the lesson had already started when he arrived.
Past perfect continuous
She said, "I'd already been teaching for five minutes."
Past perfect continuous 
NO CHANGE - She said she'd already been teaching for five minutes.
Modal verb forms also sometimes change:
Direct speech Indirect speech
will 
She said, "I'll teach English online tomorrow."
would 
She said she would teach English online tomorrow.
can 
She said, "I can teach English online."
could 
She said she could teach English online.
must 
She said, "I must have a computer to teach English online."
had to 
She said she had to have a computer to teach English online.
shall 
She said, "What shall we learn today?"
should 
She asked what we should learn today.
may 
She said, "May I open a new browser?"
might 
She asked if she might open a new browser.
!Note - There is no change to; could, would, should, might and ought to.
Direct speechIndirect speech
"I might go to the cinema", he said.He said he might go to the cinema.
You can use the present tense in reported speech if you want to say that something is still true i.e. my name has always been and will always be Lynne so:-
Direct speechIndirect speech
"My name is Lynne", she said.
She said her name was Lynne.
or
She said her name is Lynne.
You can also use the present tense if you are talking about a future event.
Direct speech (exact quote)Indirect speech (not exact)
"Next week's lesson is on reported speech", she said.
She said next week's lesson will be on reported speech.

Time change

If the reported sentence contains an expression of time, you must change it to fit in with the time of reporting.
For example we need to change words like here and yesterday if they have different meanings at the time and place of reporting.
Now+ 24 hours - Indirect speech
"Today's lesson is on presentations."
She said yesterday's lesson was on presentations.
or
She said yesterday's lesson would be on presentations.
Expressions of time if reported on a different day
this (evening)that (evening)
todayyesterday ...
these (days)those (days)
nowthen
(a week) ago(a week) before
last weekendthe weekend before last / the previous weekend
herethere
next (week)the following (week)
tomorrowthe next/following day
In addition if you report something that someone said in a different place to where you heard it you must change the place (here) to the place (there).

source : http://www.learnenglish.de/grammar/reportedspeech.html

0 komentar: