A. Sejarah Penemuan Televisi dan Perkembangannya
Perkembangan cikal bakal televisi pertama kali terjadi pada tahun 1876 oleh
George Carey yang menciptakan selenium camera yang
digambarkan dapat membuat orang dapat melihat membuat seseorang melihat
gelombanng listrik. Setelah itu ditemukan cairan krystal (liquid
crystal) oleh seorang ahli botani bernama Freidrich Reinitzeer
yang menjadi cikal bakal LCD. 9 tahun kemudian ditemukan tabung sinar katoda
yang membuat televisi dapat berpendar dan mengirim gambar, hal ini menjadi
dasar untuk televisi tabung penemuan tersebut disempurnakan oleh Vladimir Kosma
Zworkyin yang akhirnya beliau ditetapkan sebagai Sang Penemu Televisi.
Kemudian perkembangan tersebut berlanjut hingga terciptanya prototipe-prototipe
televisi oleh negara - negara maju seperti Amerika Serikat yang sekaligus
menemukan remote control televisi. Alat tersebtut ditemukan oleh Robert Adler
dan rekannya Eugene Polley. Jerman melakukan penyiaran televisi pertamanya pada
tahun 1939, stasiun televisi yang menjadi tempat penyiaran diberi nama
Nipko. Jepang pun tidak mau kalah, NHK sebagai salah satu stasiun televisi
ternama jepang mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi 1.125 garis
pada tahun 1981.
Pada
tahun 2008, teknologi televisi digital mulai berkembang di Amerika Serikat dan
Eropa, disusul oleh negara Indonesia yang mulai memperkenalkan teknologi
televisi digital kepada penonton setia televisi di Indonesia.
B. Teknologi Penyiaran Lewat Televisi
Beserta Perangkatnya
Seperti yang kita ketahui, secara umum
teknik penyiaran televisi yang masih dipakai hingga sekarang ada dua jenis
yaitu siaran televisi analog dan siaran televisi digital. Lantas bagaimana
teknik tersebut dilakukan dan apa perbedannya?
Secara garis besar,
perbedaan Televisi analog dan digital berada pada media penerimaan sinyal yang
diterima itu sendiri.
Televisi
analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dean/atau
frekuensi dari sinyal. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC
(National Television Sistem Committee), PAL, dan SECAM.
Televisi
Digital/ TV Digital merupakan televisi dapat memproses sinyal digital dan
sinyal analog. Televisi digital merupakan perkembangan dari sistem siaran
analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit
data seperti komputer.
Perbedaan
yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital
terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin
jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal yang akan ditimbulkan akan melemah
dan penerimaan gambar dari stasiun menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada
sistem digital, kebalikan dari analog. Siaran gambar yang jernih akan dapat
dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
Pada
TV Analog, untuk mendapatkan siaran televisi digunakan alat penangkap sinyal
yang disebut antena. Sedangkan pada TV Digital, proses penerimaan sinyal
gambar, suara, dan data yaitu menggunakan modulasi digital dan sistem
kompresi. Modulasi itu sendiri adalah proses perubahan suatu gelombang periodik
sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi.
Dengan
proses modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan
ke dalam suatu gelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus
berfrekuensi tinggi.
C. Periode Simulcast
Periode Simulcast adalah proses migrasi saran televisi analog ke saran televisi digital. Migrasi tersebut dilakukan secara bertahap
hingga terjadi Analog Switch Off (ASO), yaitu periode dimana saran analog
dihentikan dan Diganti Dengan saran digital. ASO sudah dilakukan di beberapa
Negara diantaranya Inggris, Belanda, Norwegia, Jerman, Swedia, dan Italia.
Seluruh negara di dunia lainnya termasuk di
kawasan ASEAN juga sedang melakukan proses transisi ke penyiaran
digital. Di Indonesia, proses Analog Switch Off (ASO) akan dilakukan
pada tahun 2018.
Pendorong pengembangan televisi digital antara lain:
1. Perubahan lingkungan eksternal
2. Pasar televisi analog yang sudah jenuh
3. Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit
dan kabel1. Perubahan lingkungan eksternal
2. Pasar televisi analog yang sudah jenuh
4. Perkembanganan teknologi
- Teknologi pemrosesan digital
- Teknologi transmisi digital
- Teknologi semikonduktor
- Teknologi peralatan beresolusi tinggi
0 komentar: