MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR “REMAJA DAN GANGGUAN KEJIWAAN”                                   DISUSUN OLEH GHIFARI PRAMESWAR...

Makalah 3 Ilmu Sosial Dasar

MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR
“REMAJA DAN GANGGUAN KEJIWAAN”


                               
 Image result for gunadarma


DISUSUN OLEH
GHIFARI PRAMESWARI
53416019

1IA12



KATA PENGANTAR

            Rasa syukur saya senantiasa panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini saya membahas tentang perubahan masyarakat Indonesia di era perkembangan teknologi informasi.
            Makalah ini dibuat untuk macam macam gangguan kejiwaan pada remaja dan apa penyebab-penyebabnya serta solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah tersebut. Untuk rasa terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Emilianshah Banowo selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.



                                                                                    Bogor, 30 November 2016
                                                                                                Penyusun
                                                                                      Ghifari Prameswari N












BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sesuai dengan karakteristik perubahan yang terjadi pada masa remaja itu sendiri dihadapkan kepada berbagai masalah yang menyangkut berbagai aspek perkembangan. masa kini remaja lebih banyak dihadapkan dengan berbagai tuntutan sebagai konsekuensi dari perkembangan masa sekarang yang sering disebut sebagai era globalisasi dengan segala aspek dan dampaknya.
Kehidupan remaja tidak dapat lepas dari kondisi kehidupan masa kini. Timbulnya masalah banyak berhubungan dengan tuntutan tugas perkembangan yang harus dipenuhi oleh remaja disuatu pihak, dan kurang mampuan remaja di pihak lain. Dengan demikian, masalah yang sering dihadapi remaja adalah berkenan dengan pengaruh dan tantangan dari lingkungan. Kegagalan dan penyesuaian diri ini dapat menimbulkan gejala kelainan tingkah laku para remaja, dan dapat meluas menjadi kegagalan dalam perkembangan remaja secara keseluruhan.
       B. Rumusan Masalah
1.      Apa itu gangguan kejiwaan?
2.      Bagaimana dampak kondisi kejiwaan remaja terhadap perilaku sehari hari dan cara berhubungan sosial dengan maskyarakat?
3.      Apakah gangguan kejiwaan adalah salah satu isu terbesar bagi masalah remaja?

B.     Tujuan Penyusunan
1.      Menjelaskan tentang gangguan kejiwaan yang biasa menyerang pada usia remaja.

C.     Metode Penulisan
Metode penulisan makalah ini melalui jelajah internet dan berdasarkan pendapat penyusun sendiri.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      1
BAB II PEMBAHASAN

Masalah psikologis atau biasa disebut gangguan kesehatan jiwa dalam taraf ringan mungkin pernah kita alami dikehidupan kita. Mungkin kita tidak menyadari dan tidak berusaha untuk mengatasinya karena dianggap ringan. Terkadang penderita khusunya remaja tidak sadar akan kondisi kesehatan mentalnya sendiri karena masih dalam tahap pencarian jati diri, sehingga lingkungan sekitar remaja sangat berpengaruh dalam pembentukan kecerdasan mental remaja-remaja pada saat ini, khususnya orang tua.
Memang masalah psikologis yang tarafnya masih ringan seperti : rendah diri, rasa kuatir yang berlebihan, merasa bersalah, kurang percaya diri, mudah marah-marah, mudah tersinggung, putus asa, hendaknya jangan dianggap ringan, sebaliknya harus segera diatasi sebelum menjadi berlarut-larut dan kompleks yang mengakibatkan kondisi kesehatan jiwa terganggu.
            Remaja yang mengalami masalah psikologis atau gangguan kesehatan jiwa pada taraf ringan (neurose) tidak menunjukkan gejala yang aneh. Ia masih dapat berfikir, berkata-kata dan bertindak, berkomunikasi dengan orang lain secara baik dan normal, sebaliknya remaja yang mengalami gangguan jiwa (psychose) atau gangguan jiwa yang berat kepribadiannya jauh dari realitas, segi tanggapan, perasaan, emosi sangat terganggu, tidak ada integritas dan ia hidup dari alam kenyataan.
Masalah psikologis dijeniskan antara lain sebagai berikut :
1. Neurose atau gangguan jiwa pada taraf yang ringan seperti
Ketegangan batin, rendah diri, gelisah yang berlebihan, takut yang tidak beralasan, mudah tersinggung, putus asa, suasana hati (mood) yang berubah-ubah, pikiran-pikiran buruk, mudah marah, merasa bersalah dan sebagainya.




2. Psychose atau gangguan jiwa pada taraf yang berat yang biasa menyerang remaja :
a. Depresi
Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi Mayor. Beberapa gejala Gangguan Depresi Mayor adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.
b. Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive. Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti. Pada umumnya, gangguan ini dapat teratasi semakin dewasanya remaja karena semakin bisa mengatur kondisi emosionalnya sendiri, namun dalam beberapa kasus penyakit ini pun dapat menyerang orang-orang dewasa. Perilaku mania dapat menyebabkan kecanduan terhadap sesuatu yang membuat mereka merasakan euforia hebat, tergantung kebiasaan penderita masing-masing.
c. Skizofrenia
Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku. Kondisi yang biasanya berlangsung lama ini sering diartikan sebagai gangguan mental mengingat sulitnya penderita membedakan antara kenyataan dengan pikiran sendiri. Menyebabkan penderita seperti memiliki kepribadian ganda, dan memiliki perilaku anti sosial.

Gangguan kejiwaan tersebut adalah yang paling banyak diderita oleh remaja di Indonesia, bahkan di dunia. Namun masyarakat Indonesia masih sangat awam dan tidak memahami gangguan gangguan tersebut, ini merupakan masalah yang serius pula bagi remaja remaja di Indonesia karena kesehatan mental adalah hal yang mempengaruhi remaja untuk bersikap dan tidak melakukan hal hal destruktif seperti tawuran, penyalah gunaan NAPZA, dll.      

                                
BAB III PENUTUP

1.1              Kesimpulan    

Masalah kejiwaan pada rema merupakan isu serius yang harus ditanggapi secara mendalam, adanya diagnosa secara dini dan peran orang tua sangat membantu dalam pencegahan. Ada baiknya di dalam kesibukan pekerjaan/kuliah/sekolah kita mendahulukan kondisi kejiwaan kita, jangan lupa untuk membuat diri sendiri nyaman dan membuang semua hal-hal negatif yang ada dapatkan ketika anda melakukan kegiatan sehari-hari.
1.2       Saran
Jika merasakan penyakit-penyakit yang disebutkan, atau mungkin yang lainnya namun berhubungan, segera cari bantuan melalui psikater atau mungkin sekedar secangkir kopi/teh bersama kehangatan keluarga dapat membantu.
            1.3       Rekomendasi
                        Keluarga merupakan unit yang paling dekat dengan penderita dan merupakan “perawat utama” bagi penderita. Keluarga berperan dalam menentukan cara atau asuhan yang diperlukan penderita di rumah. Keberhasilan perawat di rumah sakit dapat sia-sia jika tidak diteruskan di rumah yang kemudian mengakibatkan klien harus dirawat kembali (kambuh). Peran serta keluarga sejak awal asuhan di RS akan meningkatkan kemampuan keluarga merawat penderita di rumah sehingga kemungkinan dapat dicegah.
.                       Penelitian menunjukkan bahwa olah raga lebih efektif dalam mencegah dan mengobati depresi daripada obat-obatan. Menurut Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona menyatakan bahwa cukup dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari kesehatan mental kita akan meningkat cepat.
1.4       Daftar Pustaka

0 komentar: